Lombok, NTB (OnDTrack) :
Siapa sangka langit biru Lombok Tengah kini menjadi saksi kehebatan para atlet paralayang dari delapan negara? Paragliding Accuracy World Cup 2025 yang digelar di Sky Lancing Lombok Paragliding benar-benar memukau dan bikin hati siapa saja yang melihatnya bergetar.
Ini bukan sekadar olahraga, tapi sebuah gebrakan yang memadukan adrenalin, keindahan alam, dan semangat sportivitas dalam satu paket yang menawan.
Dari balik senyum hangatnya, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati – atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa – menegaskan bahwa event kelas dunia ini bukan hanya soal lomba, tapi juga soal mengangkat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
“Event ini bukan hanya soal adu keterampilan, tapi juga panggung untuk memperkenalkan keindahan Lombok kepada dunia,” ujarnya, penuh semangat.

Sport Tourism Bukan Sekadar Tren
Lombok bukan hanya memanjakan mata lewat pantai dan pegunungan, tapi kini juga menjelma jadi pusat perhatian dunia lewat olahraga paralayang yang menantang.
Paragliding Accuracy World Cup 2025 ini bukan main-main. Ada 47 atlet dari delapan negara yang berlaga, mencoba mendarat seakurat mungkin di titik yang ditentukan.
Serunya lagi, acara ini berlangsung hingga 25 Mei 2025, jadi kamu masih sempat menyaksikan aksi-aksi menegangkan di langit biru Lombok.
“Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah untuk mempersiapkan Lombok sebagai destinasi sport tourism andalan,” tambah Ni Luh.
Tak hanya jadi sorotan nasional, acara ini juga membangun jejaring internasional yang memperkuat branding Indonesia di mata dunia.

Dukungan Penuh Pemerintah dan Tokoh Nasional
Tak hanya Wamenpar yang hadir, Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau akrab disapa Dito pun menyempatkan diri menyaksikan langsung kehebohan kompetisi ini.
Menurutnya, paralayang adalah olahraga yang memadukan keberanian dan keindahan, sangat cocok untuk mempromosikan pariwisata sekaligus budaya Indonesia.
“Paragliding ini olahraga anti mainstream, dan justru itu yang membuatnya menarik. Bisa jadi andalan baru untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia,” kata Dito, optimistis.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanantha Nasir, serta Asisten Deputi Bidang Event Internasional Kemenpar, Hafiz Agung Rifai, yang semakin menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap sport tourism.
Event ini jelas bukan hanya soal lomba mendaratkan parasut. Ini soal mimpi besar Lombok dan Indonesia untuk terbang lebih tinggi di pentas sport tourism dunia.
Keberanian para atlet paralayang yang melayang di angkasa seolah jadi simbol semangat Indonesia untuk terus maju, tak takut mencoba hal baru, dan siap bersaing di kancah internasional.
Jadi, disini bukan hanya melihat keindahan alam, tapi juga menyaksikan semangat juang yang tak pernah padam.
Yuk, dukung Lombok jadi destinasi sport tourism kelas dunia!
)***Jegegtantri

