Sleman (OnDTrack) :
Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah, Anggota Komite III DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Senin (13/10).
Kunker tersebut merupakan bagian dari kegiatan inventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak bangsa melalui program MBG.
Dalam kunjungannya, Syauqi menegaskan pentingnya pengawasan berlapis dan perbaikan berkelanjutan terhadap seluruh aspek teknis program MBG — mulai dari proses penerimaan bahan baku, pengolahan makanan di dapur, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Kehadiran kami di sini bukan semata-mata karena kasus beberapa waktu lalu, tapi untuk menggali informasi secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahap — mulai dari bahan makanan masuk hingga menjadi porsi siap saji untuk anak-anak — berjalan sesuai standar dan aman,” ujar Syauqi dengan nada tegas namun menenangkan.
Syauqi juga menyoroti adanya kendala serius di lapangan, terutama terkait ketiadaan dana operasional dari Badan Gizi Nasional yang menyebabkan pelayanan MBG di beberapa wilayah terhenti sementara.
“Kami dapati bahwa SPPG ini berhenti beroperasi karena tidak adanya transfer dana dari pusat. Dampaknya, anak-anak sekolah tidak lagi mendapatkan makan siang bergizi sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Usai meninjau fasilitas SPPG Jogotirto, Syauqi melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 3 Berbah. Di sana, Kepala Sekolah Siti Rohmah menjelaskan bahwa insiden keracunan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu disebabkan oleh miskomunikasi waktu pengantaran makanan, sehingga makanan dikonsumsi di luar jam layak makan.
Melihat kompleksitas persoalan tersebut, Syauqi menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap sistem MBG mutlak diperlukan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan data, mengevaluasi hambatan, dan menyusun langkah strategis perbaikan ke depan.
“Segala informasi akan kami kompilasi. Saat FGD dengan stakeholder nanti, kami akan bahas secara terbuka dan mencari solusi terbaik agar permasalahan serupa tidak terulang. Harapannya, anak-anak didik kita mendapatkan asupan bergizi yang benar-benar menyehatkan,” pungkas Syauqi.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bukti nyata komitmen DPD RI dalam memastikan kebijakan nasional benar-benar berjalan hingga ke tingkat daerah. Program MBG bukan sekadar pemberian makan siang, tetapi investasi besar dalam masa depan generasi muda Indonesia.
Dengan langkah-langkah pengawasan yang sistematis dan evaluasi terbuka, diharapkan program ini semakin matang dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat — terutama bagi anak-anak yang menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.
Karena masa depan bangsa dimulai dari piring bergizi di tangan anak-anak Indonesia.
)***Regina WEF/ Foto Istimewa

