DPD RI DIY Dorong Penguatan Industri Lokal dan SDM Berbasis Potensi Daerah

Must Read

Yogyakarta (OnDTrack) :

Empat Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, Ahmad Syauqi Soeratno, dan Hilmy Muhammad, menggelar rapat kerja strategis dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Disperindag DIY, Dinas Pariwisata DIY, Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, KADIN DIY, dan GIPI DIY itu menjadi ajang penting dalam memperkuat arah kebijakan industri lokal. Para senator mendorong pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, mengoptimalkan potensi daerah, serta mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berbasis keunggulan lokal.

Dalam rapat tersebut, GKR Hemas menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci utama bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi dan pembentukan karakter SDM di DIY.

“Karakter masyarakat tiap kabupaten berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memotivasi dan mendidik mereka. Sertifikasi itu penting, dibutuhkan di mana-mana, baik bagi pekerja maupun bagi pengusaha,” ujar GKR Hemas.

Ahmad Syauqi: Industri Lokal Adalah Tulang Punggung Ekonomi DIY

Senator Ahmad Syauqi Soeratno menilai bahwa UU Perindustrian harus menjadi alat transformasi untuk membangun industri nasional yang berkeadilan dan berdaya saing global. Ia menyoroti perlunya pengawasan dan penyempurnaan implementasi agar lebih berpihak pada kekuatan industri daerah.

“Struktur industri DIY didominasi industri kecil dan menengah yang tumbuh dari bawah, berangkat dari kreativitas dan kekayaan budaya lokal. Sektor ini menyerap tenaga kerja besar dan memperkuat identitas ekonomi berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa integrasi dan daya tahan (integration and adversity) merupakan kunci untuk menjaga ketangguhan industri daerah di tengah perubahan ekonomi global.

Baca Juga :  Senator Stefa Turun Langsung ke Pasar Tompaso Baru, Dengar Keluh dan Harapan Pedagang

Yashinta Sekarwangi: Keunggulan DIY Ada di Kreativitas dan Hak Cipta

Sementara itu, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega menyoroti pentingnya reorientasi paradigma industri di DIY yang tidak sekadar berfokus pada produksi, tetapi pada nilai dan kreativitas manusia.

“Aset utama industri DIY bukan kuantitas produksi, tetapi ide, kreativitas, dan talenta manusia. Ini elemen penting yang belum sepenuhnya diakomodasi dalam kerangka Undang-Undang Perindustrian,” ungkap Yashinta.

Ia juga menegaskan perlunya strategi komersialisasi hak cipta untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif DIY agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Hilmy Muhammad: Pemerataan Kawasan Industri untuk Ketangguhan Daerah

Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad, menekankan pentingnya pemerataan kawasan industri agar pertumbuhan ekonomi tidak terpusat hanya di Sleman dan Bantul.

“Jika kita ingin industri nasional tangguh, maka fondasinya harus kuat di daerah. DIY ini istimewa karena kekuatannya bukan pada industri besar, tapi pada industri kreatif,” tutur Gus Hilmy.

Ia mengusulkan agar pengembangan kawasan industri diarahkan ke Gunungkidul dan Kulon Progo, dua wilayah yang memiliki potensi besar namun masih perlu dukungan infrastruktur dan investasi.

Masukan dan Arah Kebijakan Baru

Dalam rapat kerja tersebut, muncul sejumlah masukan penting, antara lain:

Perlu keberpihakan lebih besar pada industri kecil dan menengah.

Revisi UU Perindustrian agar mencakup kejelasan definisi jasa industri dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Pengakuan formal terhadap event organizer sebagai bagian dari subsektor industri jasa.

Penambahan spesialisasi untuk industri kreatif serta peningkatan anggaran wirausaha industri DIY.

Akselerasi komunikasi kebijakan agar sesuai kebutuhan pelaku industri.

Penghapusan tumpang tindih regulasi antara sektor industri dan pariwisata.

Peningkatan kualitas SDM agar memiliki lisensi internasional untuk bersaing di pasar global.

Baca Juga :  Dandim 0816/Sidoarjo Sambut Tim Audit Kinerja Itdam V/Brw TW III TA 2025: Transparansi Jadi Kunci Pengawasan yang Efektif

Pertemuan ini menegaskan satu hal penting: masa depan industri DIY bukan hanya soal pabrik dan mesin, melainkan tentang manusia, nilai, dan kolaborasi. Dengan semangat gotong royong, keunggulan budaya, serta kreativitas tanpa batas, Yogyakarta siap menegaskan dirinya sebagai jantung industri kreatif Indonesia — berdaya saing, berkarakter, dan berakar kuat pada kearifan lokal.

Dari ruang rapat hingga denyut nadi ekonomi daerah, suara para senator DIY menggema sebagai panggilan untuk menumbuhkan industri yang bukan sekadar besar — tetapi juga bermakna, berjiwa, dan berpihak pada manusia.

)***Sanatawnee / Foto Istimewa

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This