Jakarta (OnDTrack) :
Dunia kesehatan Indonesia kembali mendapatkan angin segar. Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), pakar radiologi intervensi kenamaan Indonesia, turun langsung memberikan supervisi penggunaan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara.
Supervisi ini dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 9–10 Oktober 2025, sebagai bagian dari rangkaian peningkatan layanan neurologi dan diagnostik pembuluh darah otak di wilayah timur Indonesia.
Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknologi pencitraan canggih yang digunakan untuk mendeteksi secara akurat dan cepat berbagai kelainan pada pembuluh darah otak.
Teknologi ini terbukti efektif dalam: Mendeteksi dini risiko stroke, Mengidentifikasi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, Menganalisis aneurisma (pelebaran abnormal pembuluh darah) , serta Mendeteksi arteriovenous malformation (AVM), yaitu koneksi abnormal antara arteri dan vena.
Dengan teknologi ini, pasien mendapatkan penanganan lebih cepat, tepat, dan menyeluruh, yang berujung pada peningkatan kualitas hidup.
Kolaborasi Nyata Demi Layanan Lebih Hebat
Direktur RSUD Tipe B Provinsi Sulut, dr. Lidya E. Tulus, M.Kes, menyampaikan bahwa kehadiran dr. Terawan adalah bukti nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan otak bertaraf nasional.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata peningkatan kapasitas layanan rumah sakit kami, terutama dalam penanganan kasus-kasus neurologis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat,” ujar dr. Lidya.
Lebih dari sekadar supervisi, kegiatan ini juga menjadi ajang transfer ilmu langsung dari tokoh besar di dunia kedokteran Indonesia.
“Melalui pendampingan dr. Terawan, tenaga medis kami dapat menyerap keahlian praktis dan wawasan strategis di bidang radiologi intervensi,” tambah dr. Lidya.
Langkah Berkelanjutan, Harapan Berkesinambungan
Supervisi ini bukan yang pertama — dan bukan yang terakhir. Ini adalah langkah kedua dalam rangkaian panjang pengembangan kompetensi dan peningkatan mutu layanan rumah sakit. Ke depan, program ini diharapkan membuka jalan menuju kemitraan berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan inovasi layanan kesehatan.
Kehadiran dr. Terawan di Sulawesi Utara bukan sekadar kunjungan. Ini adalah manifestasi nyata dari dedikasi terhadap kesehatan otak bangsa. Supervisi DSA di RSUD Tipe B Sulut membawa harapan baru — bahwa layanan kesehatan unggul bukan lagi monopoli kota besar. Teknologi canggih dan kompetensi tinggi kini mulai merata. Dan dari Sulut, harapan itu menyala.
Langkah ini bukan akhir — ini adalah awal dari transformasi layanan kesehatan daerah yang semakin mantap dan mantanb. Salam sehat untuk Indonesia yang lebih kuat.
)*** Git / Foto Istimewa

