Penguatan Kemandirian Maritim: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Proyek Strategis Alutsista di PT PAL Surabaya

Must Read

SURABAYA ! OnDtrack. com –

Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan fasilitas dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) maritim. Langkah nyata ini terlihat saat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke galangan PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (27/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) V, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., yang hadir mewakili Komandan Kodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si.

Akselerasi Proyek Alutsista Strategis dan Teknologi Maritim

Kunjungan Menhan ke pusat industri pertahanan maritim Surabaya ini bertujuan untuk memastikan seluruh proyek alutsista berjalan sesuai target efisiensi dan standar kualitas tertinggi. Beberapa proyek strategis yang ditinjau secara langsung antara lain:

Frigate Merah Putih: Kapal tempur utama yang dirancang untuk memperkuat benteng pertahanan laut Indonesia.

Kapal Selam Otonom (KSOT) & KSSR: Inovasi teknologi bawah air tanpa awak berbasis kemandirian riset nasional.

Kapal Selam Scorpène: Program alih teknologi (transfer of technology) melalui kerja sama strategis global untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur pertahanan dalam negeri.

Selain lini produksi armada laut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memeriksa infrastruktur pendukung vital, seperti fasilitas Graving Dock 50.000 DWT “Orca”, area khusus pemeliharaan kapal selam, serta proyek pembangunan Shiplift.

Fondasi Kemandirian Pertahanan Nasional

Penguasaan teknologi modern menjadi instrumen kunci bagi Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan wilayah laut secara mandiri.

Pembangunan infrastruktur seperti Shiplift dan fasilitas kapal selam di Surabaya ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas PT PAL dalam membangun sekaligus merawat armada tempur bawah air secara mandiri tanpa ketergantungan asing.

Baca Juga :  Korps Marinir TNI AL Gelar Bakti Kesehatan, Sosial, UMKM, MBG, dan Penanaman Mangrove di Pesawaran

Sebagai garda terdepan wilayah maritim kawasan, Komando Daerah TNI Angkatan Laut V (Kodaeral V) menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung integrasi antara pemerintah, TNI, dan industri pertahanan.

Sinergi ini krusial demi mempercepat kesiapan operasional alutsista serta memperkuat stabilitas keamanan laut nasional.

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan ke PT PAL Surabaya mempertegas fondasi baru kemandirian alutsista Indonesia.
Integrasi antara inovasi teknologi bawah air, pembangunan infrastruktur modern seperti Shiplift, dan dukungan penuh Kodaeral V menjadi bukti nyata bahwa pertahanan maritim Indonesia bergerak cepat menuju kedulatan penuh di wilayah perairan nusantara.

) **Sigit / Foto Ist.

Latest News

Menguatkan Pesisir, Menghidupkan Ekonomi: Langkah Nyata Bang Azran Menjaga Ekosistem dan Pariwisata Pulau Tidung

PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU ! OnDtrack.com — Upaya melestarikan ekosistem pesisir sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kepulauan membutuhkan langkah konkret...

More Articles Like This