Sandiaga Uno : Lulusan PT Dituntut Tidak Hanya Kompetensi, Tetapi Karakter, Kepedulian, dan Ciptakan Manfaat Bagi Masyarakat

Must Read

Jakarta | OnDtrack.com –

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, para lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter, kepedulian, dan kemampuan menciptakan manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 Universitas YARSI.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para wisudawan agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dengan mengembangkan kemampuan diri sekaligus menjaga nilai-nilai integritas.

Dalam orasinya, Sandiaga menekankan bahwa seorang lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mengejar kesuksesan pribadi.

Mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi, menjawab persoalan di tengah masyarakat, serta menciptakan kebermanfaatan melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki.

Tantangan itu semakin nyata seiring perubahan lanskap pekerjaan global. World Economic Forum (WEF), melalui Future of Jobs Report, memproyeksikan perubahan besar dalam dunia kerja seiring perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, dan munculnya jenis-jenis pekerjaan baru.

Karena itu, kompetensi menjadi modal penting untuk membangun daya saing. Namun, kemampuan akademik saja tidak cukup jika tidak dibarengi kemauan untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan bekerja bersama orang lain.

Dengan menguasai tiga “si” dan menjalankan empat “as”, para lulusan diharapkan mampu membangun masa depan yang sukses secara personal sekaligus bermakna bagi masyarakat luas.

Sandiaga memperkenalkan prinsip “tiga si” yang perlu dimiliki para lulusan, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Inovasi diperlukan untuk melahirkan gagasan dan solusi baru. Adaptasi menjadi bekal untuk menghadapi perubahan, sedangkan kolaborasi memungkinkan seseorang menggabungkan kemampuan dan gagasan dengan orang lain demi mencapai tujuan bersama.

Di samping kompetensi, karakter juga menjadi fondasi kesuksesan. Kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang harus tetap dipegang, baik ketika seseorang memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun mengemban tanggung jawab di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Baca Juga :  Frites, Lezatnya Kentang Goreng ala Belgia

Kepedulian tidak cukup berhenti sebagai niat baik, tetapi harus menghasilkan dampak positif bagi manusia, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi para wisudawan, pesan lainnya adalah membangun warisan kebaikan atau legacy, bukan sekadar mengejar perjalanan karier.

Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari jabatan, pendapatan, atau pencapaian pribadi, tetapi juga dari kontribusi yang ditinggalkan dan manfaat yang dirasakan orang lain.

Untuk mewujudkannya, Sandiaga mengingatkan pentingnya memegang prinsip empat “as”, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

Kerja keras mencerminkan kesungguhan dalam berusaha. Kerja cerdas menuntut kemampuan memilih strategi yang tepat.

Kerja tuntas berarti menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, sedangkan kerja ikhlas mengajarkan ketulusan dalam menjalankan setiap pekerjaan.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi 322 lulusan Universitas YARSI yang kini bersiap memasuki babak baru kehidupan.

Di tengah persaingan dan perubahan dunia kerja, mereka diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga pribadi berintegritas yang mampu membawa perubahan positif.

Wisuda Universitas YARSI menegaskan bahwa kesuksesan seorang sarjana dan pascasarjana tidak ditentukan oleh ijazah semata, melainkan oleh kombinasi penguasaan inovasi, adaptasi, kolaborasi, serta integritas karakter yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 Universitas YARSI.

Universitas YARSI mewisuda 322 lulusan dalam prosesi tersebut. Sebanyak 64 orang di antaranya merupakan lulusan Sekolah Pascasarjana dari program Doktor Biomedis, Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, Magister Biomedis, dan Magister Administrasi Rumah Sakit.

) ** Jegegtantri / Foto Ist.

Latest News

Sultan B. Najamudin Dorong REI Perkuat Sinergi Sukseskan Program 3 Juta Rumah Prabowo

JAKARTA! OnDtrack.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mendorong Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI)...

More Articles Like This