Uncles Band Distorsi Gitar “Musim Dusta”: Kritik Sosial dari Panggung Rock Klasik Wonogiri ke Telinga Milenial

Must Read

Wonogiri (OnDTrack) :

Uncles Band asal Wonogiri-Solo merilis “Musim Dusta”, single kritik sosial bertema korupsi. Band lintas generasi ini hadirkan rock klasik dengan sentuhan gamelan.

Jadi pernahkah kamu membayangkan band rock dibentuk oleh para dosen, pengusaha, dan… seorang siswa SMP? Inilah Uncles Band, grup musik rock klasik dari Wonogiri-Solo yang baru saja merilis single perdana bertajuk “Musim Dusta”. Lagu ini bukan sekadar gebrakan musik—tapi juga tamparan halus untuk fenomena korupsi yang terus mengakar di negeri ini.

Lagu “Musim Dusta” membuka album debut mereka yang juga berjudul sama. Dibungkus dalam aransemen rock klasik, single ini menyuarakan keresahan atas praktik korupsi, termasuk kasus oplosan BBM yang sempat menghebohkan publik. Tapi tunggu dulu—kisah di balik band ini jauh lebih unik dari yang kamu bayangkan.

Uncles Band dibentuk pada 11 Mei 2023, awalnya sebagai band tribute God Bless. Namun seiring waktu, formasi mereka berkembang jadi lebih dinamis dan tak biasa. Anggota termuda, Rakha Dewa, masih duduk di bangku SMP dan sudah menciptakan satu lagu untuk album debut ini berjudul “Dinding Hati”.

“Rakha sudah dari SD ikut kami manggung. Sekarang dia SMP, tapi kreativitas dan bakatnya luar biasa,” ujar Kristianto, sang gitaris sekaligus dosen. Bersama Hoyen (vokal), Fandi (drum), Heru (bass), dan Rakha (keyboard), mereka merekam delapan karya dalam album ini.

Tak tanggung-tanggung, dua lagu juga melibatkan drummer legendaris eks Power Metal, Mugix Adam. Ini bukan proyek iseng, ini adalah idealisme yang disusun rapi dari pinggiran kota.

Rock Klasik Bertemu Gamelan: Sentuhan Lokal Penuh Cita Rasa

Proses rekaman dilakukan di MusiClab Production Wonogiri, yang digawangi Anggara—seorang komposer muda berbakat dengan reputasi mentereng di kancah musik daerah. Ia memadukan musik orkestra dan gamelan ke dalam aransemen rock klasik. Hasilnya? Sebuah nuansa musik yang tidak hanya menggugah telinga, tapi juga hati dan identitas bangsa.

Baca Juga :  Program Kewirausahaan “Pathway to Potential”: Inisiatif 5 Pelajar Indonesia Masuk 100 Besar Dunia

“Saya memang ingin gabungkan tradisi dengan musik modern. Supaya rock punya napas baru dan terasa lebih kita banget,” terang Kristianto.

Tak hanya soal korupsi, album ini juga memuat lagu bertema cinta dan kehidupan sehari-hari. Lagu seperti “Siulin Aja”, “Berikan Senyuman”, dan “Lady Konoha” menawarkan warna berbeda. Sementara “Dinding Hati”, ciptaan Rakha Dewa, menyentuh kisah cinta remaja SMA dengan latar ekonomi yang kontras. Lirik jujur dan aransemen klasik membuatnya mudah diterima generasi muda.

Uncles Band tahu betul: agar pesan mereka sampai, musik harus bisa masuk ke semua telinga. Termasuk telinga yang biasa mendengar pop Korea atau house EDM.

Melawan Arus, Menolak Pudar

Di tengah derasnya arus musik elektronik, Uncles Band tampil melawan arus. Mereka tetap setia pada rock klasik yang mereka percaya mampu menyuarakan hal-hal besar: kejujuran, perjuangan, dan perlawanan.

Data dari platform musik menunjukkan lonjakan konsumsi genre rock di kalangan usia muda. Dan Uncles Band tidak ingin tinggal diam. “Kami ingin musik rock tetap punya tempat. Karena musik ini jujur, keras, dan penuh makna,” ujar Kristianto.

Uncles Band adalah simbol bahwa dari daerah pun bisa lahir karya besar. Mereka adalah bukti bahwa beda generasi justru bisa menciptakan harmoni. Mereka adalah pengingat bahwa musik bisa menjadi suara perubahan.Napas Baru Rock Indonesia.

“Kami berharap lagu ini jadi inspirasi. Karena dalam dunia yang penuh dusta, kejujuran adalah satu-satunya hal yang abadi,” tutup Kristianto penuh keyakinan.

Uncles Band telah memulai langkah berani. Dari Wonogiri, mereka menyuarakan keresahan, cinta, dan semangat untuk tak menyerah pada sistem yang penuh tipu daya. Album “Musim Dusta” akan segera rilis penuh—dan layak masuk daftar putar siapa pun yang rindu musik jujur dan penuh nyawa.

Baca Juga :  On This Day + In Depth, Menakjubkannya Perpustakaan Leiden

Terus ikuti Uncles Band dan perkembangan album “Musim Dusta”. Dari daerah pun, suara bisa menggetarkan nusantara. Kunjungi kanal YouTube mereka: Uncles Official. Dengarkan, rasakan, dan mari bersama menjaga semangat musik jujur dari panggung-panggung kecil yang berbicara besar.

)***

Latest News

Raker II Bamus Betawi 2026 Memperkuat Peran Masyarakat Betawi Menuju Jakarta Menjadi Kota Global

Jakarta ! OnDTrack.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi terus memperkuat langkah strategis organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) 2026 sebagai...

More Articles Like This