Jakarta (OnDTrack) :
Dalam momentum Bhakti TNI untuk Negeri menyambut HUT ke-80 TNI, sebuah kisah mengharukan sekaligus inspiratif hadir dari ruang operasi Rumah Sakit TNI AL Marinir Cilandak (Rumkital Marinir Cilandak). Adalah Theobaldus Du’a, warga Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang akhirnya berhasil mendapatkan harapan baru setelah menderita tumor rahang selama lebih dari 15 tahun.
Perjalanan Theobaldus bukan kisah biasa. Semuanya bermula dari benturan keras di rahang saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar pada tahun 2010. Sejak saat itu, benjolan mulai tumbuh dan perlahan menjadi tumor yang semakin membesar, menyulitkan proses makan, berbicara, hingga aktivitas hariannya.
Tanpa akses medis memadai di kampung halamannya, ia bertahan dengan segala keterbatasan—mengandalkan pengobatan tradisional dan kerja keras sebagai petani serta buruh bangunan untuk membantu keluarganya. Namun, harapan tidak pernah benar-benar padam.
Ketika Tangan Negara Menyentuh Rakyat yang Membutuhkan
Melalui program Bhakti TNI untuk Negeri, Theobaldus akhirnya mendapatkan perhatian medis yang layak. Tim dokter dan tenaga kesehatan dari Rumkital Marinir Cilandak langsung melakukan serangkaian pemeriksaan intensif dan tindakan operasi besar yang berjalan dengan sukses.
Kini, Theobaldus tengah menjalani masa pemulihan dengan kondisi yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Dalam wawancara bersama TVRI, Komandan Rumkital Marinir Cilandak, Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti konkret dari komitmen TNI dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Prinsip TNI dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat bukan sekadar semboyan. Ini adalah pijakan kami dalam setiap langkah, termasuk pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Melalui program ini, seluruh Rumah Sakit TNI turut aktif menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah tertinggal, memastikan bahwa layanan medis bukan lagi hak istimewa, melainkan hak setiap warga negara, tanpa terkecuali.
TNI Hadir di Garis Depan Pengabdian
Apa yang dilakukan oleh Rumkital Marinir Cilandak lebih dari sekadar operasi medis. Ini adalah misi kemanusiaan yang menyentuh hati, menjadi bukti bahwa negara hadir lewat institusi militernya yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tapi juga lembut dalam pelayanan sosial.
Keberhasilan ini mengajarkan kita bahwa ketika kekuatan dan kepedulian berpadu, hasilnya bukan hanya kesembuhan, melainkan kebangkitan harapan bagi mereka yang selama ini hanya bisa bermimpi.
TNI telah menunjukkan bahwa pengabdian sejati tak mengenal batas wilayah, status sosial, atau medan pelayanan. Melalui tangan-tangan terlatih dan hati yang tulus, satu nyawa telah diselamatkan, satu masa depan telah dibangkitkan.
Karena sesungguhnya, Indonesia akan kuat bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan cinta dan kepedulian.
)***Git-RSMC / Foto Istimewa

