DIY (OnDTrack) :
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV yang digelar oleh Polda DIY di Pirak Bulus, Sidomulyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forkopimda, dan berbagai instansi terkait, sebagai bagian dari Program Swasembada Pangan Nasional 2025 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia dan terpusat di Banten melalui Zoom Meeting.
Dalam kesempatan itu, GKR Hemas menegaskan komitmen DPD RI dalam mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat ketahanan pangan berbasis kemandirian lokal. Ia menilai, penanaman jagung menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan bahan pangan alternatif, terutama di tengah tantangan iklim global dan gejolak inflasi pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kedaulatan dan keberlanjutan. DPD RI melalui fungsi pengawasan dan aspirasi daerah terus memperjuangkan agar kebijakan pangan nasional berpihak pada petani dan memperkuat ketahanan komunitas di tingkat desa,” ujar GKR Hemas.

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dukungan Lintas Sektor
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Ketahanan Pangan Nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Arahan Kapolri Nomor B/ 8415/ XI/ BIN.2.1./ 2024/ SSDM, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono menyampaikan bahwa penanaman jagung ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DIY, dengan pemanfaatan lahan seluas 4 hektar milik Sultan Ground.
“Selain itu, turut diserahkan bantuan berupa 20 sumur bor, 20 unit pompa air, hand traktor, serta pupuk untuk masyarakat dari Kapolri,” ungkapnya.
DPD RI dan Konsistensi Membangun Kemandirian Pangan
DPD RI tercatat aktif dalam mendorong penguatan kebijakan pangan nasional melalui berbagai rapat kerja dan koordinasi Komite II DPD RI, termasuk dalam percepatan implementasi UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan penguatan cadangan pangan daerah.
Sebagai bentuk nyata, DPD RI juga melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk memantau pengelolaan lahan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas petani lokal.
Dalam rangka memperingati HUT ke-21 DPD RI pada 27 September 2025, para senator dari 38 provinsi juga melakukan penanaman jagung di empat sub wilayah Indonesia.
“Saya memimpin Sub Wilayah Barat 2, mencakup Banten hingga NTT, dan hadir langsung di Kupang. Sementara Sub Wilayah 1 dilaksanakan di Bengkulu, Sub Wilayah 3 di Pangkep Sulawesi Selatan, dan Sub Wilayah 4 di Mimika, Papua Tengah. Semua ini sejalan dengan misi DPD RI memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi lokal sebagai fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” terang GKR Hemas.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan jagung Indonesia mencapai 17 juta ton per tahun, namun produksi nasional masih berfluktuasi akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan lahan produktif.
Sementara data FAO (Food and Agriculture Organization) mencatat bahwa setiap kenaikan harga pangan global sebesar 10% dapat menambah 4 juta penduduk miskin baru di Indonesia, menandakan betapa krusialnya ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Melalui gerakan Penanaman Jagung Serentak ini, diharapkan lahir sinergi nyata antarinstansi, memperkuat semangat gotong royong, serta memperteguh kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga legislatif dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Gerakan ini bukan sekadar menanam jagung — tetapi menanam harapan dan kedaulatan bangsa. GKR Hemas bersama DPD RI dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bahwa pangan bukan hanya kebutuhan, tetapi juga kekuatan bangsa yang menyatukan.
Dengan akar yang tumbuh dari desa, dan semangat yang berbuah di seluruh nusantara, Indonesia melangkah menuju kemandirian pangan yang berdaulat, berkelanjutan, dan berkeadilan.
)**Jegegtantri / Foto Istimewa

