Jakarta (OnDTrack) :
Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, menjadi saksi hangatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI. Di tengah semaraknya Pesta Rakyat, satu kegiatan mencuri perhatian: bakti sosial kesehatan dengan layanan gratis untuk masyarakat.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI dr. Sugiarto, Sp.PD., K-R., M.A.R.S., FINASIM. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa misi TNI hari ini bukan hanya berada di garis depan pertahanan, tetapi juga berdiri di tengah masyarakat, hadir memberikan solusi, dan menjawab kebutuhan dasar kesehatan rakyat.
“Bakti sosial kesehatan TNI merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat, sekaligus cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Mayjen Sugiarto dalam sambutannya.

Ragam Layanan Kesehatan Gratis, Jangkau Puluhan Ribu Warga
TNI membangun Rumah Sakit Lapangan tiga matra di kawasan Monas, menghadirkan layanan medis berskala besar. Tidak hanya pengobatan umum, kegiatan ini juga menyentuh sisi kemanusiaan yang luas. Berikut adalah rincian layanan: 80.000 peserta donor darah, 80.000 penerima layanan pengobatan umum, 800 pemeriksaan gigi, 800 anak peserta khitanan massal, 800 pasien operasi katarak, 8 pasien operasi bibir sumbing, dan 800 pengemudi ojek online mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Ini bukan angka semata. Ini adalah wajah-wajah rakyat yang disentuh langsung oleh tangan-tangan pengabdian.
Kegiatan ini menunjukkan keterpaduan luar biasa antara TNI dan berbagai elemen masyarakat—dari institusi swasta, yayasan, hingga lembaga sosial. Semua bersatu, tanpa sekat, demi satu tujuan: meringankan beban masyarakat dan memperkuat fondasi kebangsaan.
TNI ingin menegaskan bahwa mereka tidak berdiri di menara gading kekuasaan. Mereka lahir dari rakyat, dan untuk rakyatlah mereka mengabdi.
Perayaan HUT ke-80 TNI bukan hanya seremoni, melainkan pernyataan jati diri. Melalui bakti sosial kesehatan berskala besar di Monas, TNI membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan hanya di medan perang, tapi juga di barisan masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera.
Inilah momentum yang menciptakan simpul emosional antara rakyat dan penjaga negaranya. Bukan karena TNI ingin dilihat, tapi karena mereka ingin berarti.
TNI 80 Tahun: Bersama Rakyat, Kuat untuk Indonesia Hebat!
)***Git / Foto Istimewa

