Program Kewirausahaan “Pathway to Potential”: Inisiatif 5 Pelajar Indonesia Masuk 100 Besar Dunia

Must Read

Jakarta (OnDTrack) :

Inovasi dalam dunia pendidikan kembali hadir dari tangan anak-anak muda Indonesia. Melalui program bertajuk Pathway to Potential, lima pelajar kelas 11 dari National High Jakarta School berhasil membawa nama Indonesia masuk ke peringkat 100 besar dalam ajang Blue Ocean Student Entrepreneur Competition (BOSEC), kompetisi pitch virtual paling bergengsi di dunia.

Adalah Feyola Giselle Anamori (16), sebagai penggagas utama program, bersama timnya — Dylan Michael Jaya, Chalisa Yingwattanathaworn, Catherine Olivia Santoso, dan Darren Tjaij — merancang Pathway to Potential untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan kepada anak-anak jalanan dan remaja dari keluarga kurang mampu.

“Kami ingin memberi mereka kesempatan untuk belajar dan tumbuh, meski tidak bisa mengakses pendidikan formal,” ujar Feyola. Program ini diluncurkan Januari 2025 dan langsung menggandeng Yayasan RK di Cipinang, Jakarta Timur, sebagai mitra pertama.

Workshop Interaktif dan Aplikatif

Berbeda dari metode belajar konvensional, Feyola dan tim menerapkan pendekatan interaktif. Para peserta belajar langsung lewat simulasi bisnis, seperti mengelola pop-up stall yang menjual produk daur ulang—postcard, stiker, hingga tas. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga manajemen sumber daya manusia.

“Dengan metode seperti studi kasus dan permainan, kami bantu mereka belajar tanpa merasa tertekan,” jelas Feyola, yang juga aktif mengajar langsung dalam kegiatan.

Meski program ini terbukti memberi dampak positif — dengan lebih dari 50 anak mengikuti dan menerima sertifikat — tantangan tetap ada. Feyola mengakui bahwa tidak mudah menemukan yayasan yang fokus pada anak jalanan. Selain itu, pendekatan kreatif diperlukan untuk membangkitkan minat belajar peserta yang berasal dari latar belakang pendidikan yang terbatas.

Baca Juga :  Warna-warni Yayoi hiasi Museum MACAN.

Namun demikian, program ini tetap berjalan berkat pendanaan dari crowdfunding, donasi digital, dan sponsor. Biaya pelaksanaan pun efisien, hanya sekitar Rp 5 juta untuk satu sesi dengan 50 anak.

Prestasi Ajang Internasional, Rencana Masa Depan

Masuknya Pathway to Potential ke 100 besar BOSEC dari lebih 13.000 peserta dunia menjadi bukti bahwa program ini bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki pengakuan global. Kompetisi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan ide bisnis inovatif yang berpihak pada masyarakat bawah.

Melangkah ke depan, Feyola berencana melanjutkan pendidikan di bidang bisnis dan bercita-cita menjadi venture capitalist. “Saya ingin membantu pengusaha kecil dan start-up dari kalangan kurang mampu agar bisa berkembang,” tuturnya.

Pathway to Potential adalah bukti bahwa anak muda Indonesia bisa menjadi agen perubahan. Dengan pendekatan praktis dan interaktif, program ini membuka jalan baru bagi anak-anak kurang mampu untuk mengenal dan meraih masa depan lewat kewirausahaan.

)**San

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This