Jakarta (OnDTrack) :
Sudah hampir di penghujung warsa, rasanya tak terasa. Segalanya seperti nilai tukar yang fluktuatif tanpa tau ujungnya. Segala aspek hingga lini ikut terkena dampak dari apa yang terjadi.
Pada periode ini banyak belajar, dan terus memaksa untuk tumbuh, liar, dan berkembang secara individu atau bersama. Mulai dari masuk dunia baru yang tak mengerti apa apa hingga saat ini yang sedikit demi sedikit mengerti apa maksudnya.
Bila dikisahkan rasanya ribuan ekslempar tak cukup untuk menceritakan berbagai untungnya dalam sebuah jalinan. Segalanya apa yang dilakukan ialah bentuk dari proses menjalani tanpa pernah memikirkan pragmatis dalam diri.

Pada periode ini dibuka oleh “Kultusan”, menyuskuri lewat “Santosha”, menilisik arti jalinan dengan “Hitam dan Biru”, belajar dewasa pada “Selaras”, menemukan keajaiban lewat “Taifun”, pemberian anugerah dengan “Ini Abadi” dan merangkum itu semua pada “Membasuh”.
Ekspedisi ini melahirkan sebuah arsip yang jelas bahwa menjaga hubungan antar sesama ialah sebuah metafora dari kebesaran-Nya. Banyak memori baik bersama para keluarga yang selalu mendampingi tanpa pernah meminta pergi. Disisi lain, memaksa untuk percaya bahwa konseksus yang dipilih pastinya akan berdampak pada kedepan. Tak mesti hari ini, bisa esok bahkan beberapa waktu lagi.
Terkadang skeptis dengan apa yang sedang dilalui, terkadang bingung dengan apa yang sedang terjadi. Tapi Dia menyisipkan pesan lewat 2:286 yang berdengung :
“Dia tidak membebani hambanya melainkan sesuai kesanggupannya” .
Mungkin sekarang banyak kalahnya, tapi percaya bahwa ini semua lahir untuk menempa agar tak tinggi dan menjadi ksatria.
Tak lupa, untuk selalu meminta semoga periode kedepan ialah milik kita. Terima kasih atas segala apa yang terjadi pada periode ini. Terima kasih bagi sepasangan pahlawan serta sandingan yang selalu menyertai. Terima kasih atas segala yang diberikan hari ini, minggu ini, bulan ini hingga tahun ini.
Dari “Asimetris” tersisik pesan bahwa :
Ada dan tiada rahasia
Mengalirlah semua
Dijalani
Seapa adanya
)**Yuri Aghnia Pribadi

