Jakarta (OnDTrack) :
Hubungan persahabatan Indonesia dan Pakistan kembali menorehkan bab penting dalam sejarah diplomasi dunia. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Islamabad resmi menggelar Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Pakistan dengan tema “75 Years of Indonesia and Pakistan: Enduring Trust and Friendship”, pada Kamis (6/11/2025) di Ballroom Hotel Movenpick, Islamabad.
Acara yang sarat makna ini berlangsung penuh kemeriahan dan kehangatan persaudaraan, dihadiri langsung oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, M.Sc., beserta istri, Tamara Sukotjo, serta jajaran staf KBRI Islamabad.
Turut hadir pula sejumlah tokoh penting dari Pakistan, antara lain Menteri Urusan Parlemen Dr. Tariq Fazal Chaudhary sebagai chief guest, Menteri Negara Urusan Hukum Barrister Aqeel Malik, serta Menteri Negara/Ketua Komisi Privatisasi dan Penasehat Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Ali.

Nada Persaudaraan yang Menggema
Sejak awal acara, suasana penuh keakraban terasa kuat. Navy Band Pakistan membuka peringatan dengan membawakan lagu-lagu patriotik dari kedua negara seperti Bendera Pusaka, Never on Sunday, dan Chandni Raatein. Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Qaumi Taraneh Pakistan berkumandang, hadirin berdiri dengan khidmat.
Kehangatan budaya Nusantara kemudian kian terasa lewat penampilan tari Gending Sriwijaya, simbol penyambutan penuh kehormatan khas Indonesia. Dalam sambutannya, Dubes RI Chandra Sukotjo menegaskan pentingnya momen ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Saya percaya, peringatan ini akan memperbarui semangat kita untuk menerjemahkan hubungan mendalam antara kedua negara ke dalam kerja-kerja konkret,” ujarnya penuh semangat.
Beliau juga menekankan bahwa hubungan bisnis dan antar-masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga relevansi hubungan bilateral di mata generasi muda.
Semangat Persaudaraan dan Apresiasi Budaya
Menambah semarak suasana, Duta Besar RI memberikan salam khas kepada para perwakilan siswa TNI yang sedang menempuh pendidikan di Pakistan.
“Salam Komando!” seru Dubes dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah para tamu.
Meski berlangsung hampir tiga jam, antusiasme undangan tidak surut. Paguyuban Citra pimpinan Ibu Linda Amalia Gumelar menampilkan rangkaian seni budaya Nusantara yang memukau, termasuk peragaan Batik Iwan Tirta dan Obin, serta Wastra Nusantara yang elegan. Tarian Zapin dan Bubuka juga mengundang decak kagum para tamu.
Mahasiswa dan pelajar dari kedua negara turut berpartisipasi. Empat mahasiswi Nifty Sphere Institute of Design and Arts tampil anggun memperagakan busana Batik, sementara dua mahasiswi dari National Defence University Pakistan menari Lenggang Jakarta dengan penuh semangat.

Harmoni Dua Bangsa dalam Nada
Momen paling mengesankan hadir ketika Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Islamabad menampilkan permainan Angklung membawakan lagu I Have a Dream dan Dil-Dil Pakistan. Para tamu tampak terpukau.
“Sangat unik! Budaya Indonesia memang sangat kaya. Saya ingin tahu lebih banyak tentang Indonesia,” ujar Manzar Qazi, wakil dari Citi Pharma, perusahaan farmasi Pakistan yang tengah menjajaki ekspansi ke Indonesia.
Dalam penutupannya, Menteri Tariq Chaudhary menegaskan kedekatan emosional kedua bangsa.
“Sudah seharusnya negara kita selalu berdekatan. Pakistan dan Indonesia tidak hanya dekat secara sejarah dan diplomatik, tetapi juga memiliki hubungan emosional yang mendalam.”
Acara ditutup dengan penampilan Pencak Silat Tapak Suci oleh mahasiswa Indonesia dari International Islamic University in Islamabad (IIUI). Semua penampil kemudian naik ke panggung sambil melambaikan bendera Indonesia dan Pakistan, menandai simbol persahabatan abadi.
“Zabardast! Itu kesan saya,” ungkap Uzma, penyiar salah satu TV swasta di Islamabad, sambil mengacungkan dua jempol.
“Aku bangga jadi orang Indonesia di Pakistan. Kekayaan budaya kita luar biasa!” tambah Puteri, staf Spa & Wellness Hotel Movenpick.
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik ini bukan sekadar seremoni, tetapi perwujudan nyata dari kepercayaan, kerja sama, dan cinta antarbangsa. Indonesia dan Pakistan menunjukkan bahwa jarak geografis tak mampu memisahkan semangat kebersamaan yang telah berakar sejak lama.
Dengan harmoni budaya dan diplomasi yang terus tumbuh, kedua negara meneguhkan tekad untuk melangkah bersama menuju masa depan yang saling menguatkan — dalam kepercayaan yang tak tergoyahkan dan persahabatan yang abadi.
Dari irama Angklung hingga salam komando, dari batik hingga pencak silat, satu pesan tersampaikan jelas dari Islamabad — Indonesia dan Pakistan, dua bangsa, satu semangat: Bersatu dalam kepercayaan dan persaudaraan tanpa batas.
)**Git / Foto Istimewa

