Mendag Dorong Kolaborasi Strategis dengan Tsinghua Southeast Asia Center untuk Wujudkan Asta Cita

Must Read

Jakarta (OnDTrack) :

Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Tsinghua Southeast Asia Center menandai era baru dalam penguatan diplomasi perdagangan dan pengembangan SDM unggul. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu membawa Indonesia lebih dekat pada visi Asta Cita dan posisi strategis dalam ekonomi global.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menerima audiensi dari Direktur Eksekutif Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA), Nimas Mega Purnamasari, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (25/4). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menjajaki potensi kerja sama strategis antara Kementerian Perdagangan dan TSEA guna mendukung pencapaian program nasional Asta Cita.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Budi Santoso secara aktif memaparkan kebijakan perdagangan terbaru serta peta jalan yang telah disusun untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan institusi pendidikan dan riset internasional, dalam mendorong transformasi perdagangan Indonesia menuju arah yang berkelanjutan dan inklusif.

TSEA dan Perannya dalam Pengembangan SDM Kawasan Asia Tenggara

Tsinghua Southeast Asia Center merupakan organisasi kolaboratif antara Tsinghua University di Beijing dan United in Diversity Foundation yang berbasis di Jakarta. Didirikan pada tahun 2018, TSEA berfokus pada pengembangan bakat, penelitian, inovasi, serta kerja sama akademik yang mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Melalui perannya, TSEA berkomitmen menciptakan jembatan pengetahuan antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara TSEA dan Kementerian Perdagangan dinilai strategis dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia di sektor perdagangan dan ekonomi digital.

Menteri Budi menegaskan bahwa kerja sama ini berpotensi besar untuk mempercepat pencapaian Asta Cita—sebuah visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca Juga :  Ceviche dan Pachamanca, Hidangan Peru yang Menarik

“Kementerian Perdagangan terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TSEA, untuk mendorong inovasi kebijakan, pelatihan SDM, serta pertukaran pengetahuan dalam bidang perdagangan,” ujar Mendag. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik.

Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kementerian Perdagangan, antara lain Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Rusmin Amin, Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional Johni Martha, serta Staf Ahli Mendag Bidang Manajemen, Tata Kelola, dan Hubungan Antar Lembaga Susy Herawati. Hadir pula Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Olvy Andrianita, Sekretaris Badan SDM Perdagangan Ojak Simon Manurung, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat N.M. Kusuma Dewi.

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan Kementerian Perdagangan dalam menyambut kerja sama internasional yang berdampak luas bagi pembangunan sektor perdagangan Indonesia.

Peluang Kolaborasi di Bidang Penelitian dan Inovasi

Diskusi juga menyinggung peluang kolaborasi dalam bentuk program riset bersama, pengembangan kebijakan berbasis data, serta pelatihan kepemimpinan bagi para pemangku kepentingan sektor perdagangan. TSEA menyatakan kesiapannya untuk mendukung inisiatif Kementerian dalam memperkuat tata kelola perdagangan berbasis inovasi dan teknologi.

Selain itu, kerja sama ini dapat membuka akses terhadap jejaring akademik dan profesional global, yang pada akhirnya mendukung peningkatan kualitas kebijakan perdagangan Indonesia.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem perdagangan yang adaptif terhadap tantangan global. Dengan melibatkan lembaga riset dan akademik kelas dunia seperti TSEA, Kementerian Perdagangan menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam peta perdagangan internasional.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap perubahan zaman, tetapi juga mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Kaiseki Ryori, Harmoni dalam Keberagaman

)**jegegtantri

Latest News

Raker II Bamus Betawi 2026 Memperkuat Peran Masyarakat Betawi Menuju Jakarta Menjadi Kota Global

Jakarta ! OnDTrack.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi terus memperkuat langkah strategis organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) 2026 sebagai...

More Articles Like This