Coelacanth Muncul Lagi! Ikan Purba 400 Juta Tahun Ditemukan Hidup di Maluku Utara

Must Read

Malut (OnDTrack) :

Penemuan ikan purba coelacanth hidup di perairan Maluku Utara oleh tim ilmiah internasional membuka babak baru dalam eksplorasi laut dalam Indonesia.

Bayangkan menemukan makhluk laut yang telah ada sejak sebelum dinosaurus, dan mengira mereka telah punah selama 70 juta tahun.

Namun, tim ilmuwan dari UNSEEN (Underwater Scientific Exploration for Education), Universitas Pattimura, BRIN, Universitas Udayana, dan Universitas Khairun berhasil menemukan coelacanth hidup di perairan Maluku Utara.

Penemuan ini menjadi momen bersejarah dalam dunia kelautan Indonesia. Dengan bantuan penyelam trimix berpengalaman, tim ekspedisi berhasil mendokumentasikan coelacanth dewasa di kedalaman 145 meter.

Ini adalah pertama kalinya coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) difoto dan direkam langsung oleh penyelam, bukan oleh kendaraan bawah laut atau kapal selam seperti sebelumnya. Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang distribusi coelacanth di Indonesia, yang sebelumnya hanya diketahui dari Sulawesi Utara dan Papua Barat.

Mengungkap Misteri Evolusi Laut Dalam

Coelacanth dikenal sebagai “fosil hidup” karena garis keturunannya yang berkerabat dekat dengan vertebrata darat.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang evolusi hewan purba dan pentingnya ekosistem terumbu karang mesofotik sebagai habitat yang belum banyak dieksplorasi.

Dr. Gino Limmon dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa penemuan ini menekankan pentingnya eksplorasi dan konservasi laut dalam.

Meskipun penemuan ini menggembirakan, coelacanth Indonesia masih berstatus ‘Rentan’ menurut IUCN.

Ancaman seperti polusi plastik, penangkapan ikan yang merusak, dan penggundulan hutan dapat mengancam kelangsungan hidup spesies ini.

Dr. Augy Syahailatua dari BRIN menekankan pentingnya pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) untuk melindungi habitat coelacanth dan mendukung penelitian lebih lanjut.

Menjaga Rahasia untuk Masa Depan

Lokasi penemuan coelacanth dirahasiakan untuk melindungi spesies sensitif ini dari tekanan manusia.

Baca Juga :  Pupuk Hayati Granul SEMOK: Solusi Cerdas untuk Tanah Sehat dan Pertanian Berkelanjutan

Langkah ini memungkinkan para ilmuwan dan pemerintah setempat menerapkan kebijakan konservasi yang lebih kuat di wilayah tersebut.

Penemuan coelacanth hidup di Maluku Utara bukan hanya pencapaian ilmiah, tetapi juga pengingat akan kekayaan laut Indonesia yang luar biasa.

Dengan menjaga dan melestarikan ekosistem laut dalam, kita tidak hanya melindungi spesies langka, tetapi juga mewariskan pengetahuan dan keajaiban alam kepada generasi mendatang.

Mari terus mendukung eksplorasi dan konservasi laut untuk masa depan yang lebih baik.

)**Dinukil oleh MD.Ningtyas

Baca :

First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia

Blancpain-backed Expedition Discovers First Living “Dinosaur Fish”

Scientists Capture First Ever Recording of a Live Coelacanth in Indonesia

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This