Jakarta (OnDTrack) :
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan terdepan bagi masyarakat. Melalui prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) atau yang dikenal awam sebagai “cuci otak”, RSUD RAT telah menangani lebih dari 200 pasien dalam kurun satu tahun terakhir.
Direktur RSUD RAT, dr. Bambang Utoyo, menjelaskan bahwa DSA kini menjadi layanan rutin yang tersedia di rumah sakit tersebut setiap Senin, Rabu, dan Jumat, bahkan sudah bisa dibiayai penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Sudah lebih dari 200 pasien kami tangani dengan metode DSA ini. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik dan minim risiko,” jelas dr. Bambang (15/09/2025).
Metode DSA ini dipopulerkan oleh Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), yang dikenal luas sebagai pelopor teknik non-bedah untuk terapi stroke dan gangguan neurologis lainnya.
Dalam prosedurnya, pasien tidak perlu operasi kepala, melainkan hanya melalui selang kecil yang dimasukkan dari lengan atau paha, menuju ke otak untuk membuka sumbatan pembuluh darah.
“Pasien hanya akan merasakan sedikit pegal atau kebas. Tidak ada luka besar, tidak ada rasa sakit hebat. Aman dan nyaman,” tambahnya.
Tersedia Spesialis dan Didukung Pendidikan Berkelanjutan
Saat ini, RSUD RAT memiliki satu dokter spesialis yang menangani DSA secara berkala, serta satu dokter lainnya yang sedang menjalani pendidikan lanjutan di Jakarta untuk memperkuat tim medis di masa depan.
“Untuk jumlah tindakan DSA, itu sangat tergantung kondisi klinis pasien. Semuanya akan dikonsultasikan terlebih dahulu oleh dokter. Ini bukan pengobatan sembarangan, tapi berbasis diagnosis yang jelas dan akurat,” tegas dr. Bambang.
Bagi masyarakat yang belum terdaftar BPJS, prosedur DSA di RSUD RAT dikenakan biaya sekitar Rp12 juta. Namun dengan semakin banyaknya pasien BPJS, akses terhadap pengobatan ini kini lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan takut untuk periksa. Kalau sudah ada gejala seperti sakit kepala terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter. Jangan ditunda,” ujarnya menutup.
Digital Subtraction Angiography bukan lagi sekadar teknologi medis canggih, tapi solusi nyata bagi pasien stroke dan gangguan otak lainnya di Tanjungpinang. RSUD RAT membuktikan bahwa pengobatan modern bisa dijangkau semua kalangan, tanpa operasi, tanpa rasa sakit, dan kini bahkan bisa diakses lewat BPJS. Saatnya masyarakat tidak takut periksa dan lebih peduli pada tanda-tanda awal gangguan otak.
)** Git / Foto Istimewa

