Ekspor Perdana Kratom 351 Ton, Dorong Perluasan Pasar dan Ekonomi Nasional

Must Read

Bekasi, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melepas ekspor perdana kratom sebanyak 351 ton atau setara 13 kontainer dengan nilai mencapai USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar. Ekspor ini menandai langkah besar bagi perdagangan Indonesia dalam memanfaatkan potensi pasar global untuk produk herbal.

Ekspor ini dilakukan oleh CV Cahaya, produsen kratom asal Pontianak, Kalimantan Barat, dan berlangsung di PT Oneject Indonesia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ini merupakan ekspor pertama setelah diberlakukannya regulasi tata niaga ekspor kratom yang diterbitkan pada akhir 2024.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting dalam mendorong perluasan pasar ekspor dan meningkatkan perekonomian nasional. Ia juga mengapresiasi langkah pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri kratom di Indonesia.

“Kratom dalam bentuk bubuk yang diekspor kali ini memiliki potensi besar sebagai bahan baku berbagai produk kesehatan dan herbal. Momen ini sangat dinanti oleh pelaku usaha, dan kami berharap ekspor kratom terus berkembang ke pasar internasional,” ujar Mendag.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting dalam mendorong perluasan pasar ekspor dan meningkatkan perekonomian nasional
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting dalam mendorong perluasan pasar ekspor dan meningkatkan perekonomian nasional

Untuk memastikan kualitas ekspor, Kemendag menunjuk PT SUCOFINDO sebagai surveyor verifikasi dengan dukungan laboratorium uji. Langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor, khususnya kratom.

Hadir dalam acara pelepasan ekspor ini, sejumlah pejabat tinggi, termasuk Direktur Utama PT SUCOFINDO, Jobi Triananda; Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana; Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim; serta perwakilan dari Kantor Staf Presiden, Badan Karantina Indonesia, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Ekspor perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi industri kratom Indonesia untuk semakin dikenal di pasar internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Barantin Dorong Iradiasi untuk Tingkatkan Ekspor Buah Segar Indonesia

Latest News

Raker II Bamus Betawi 2026 Memperkuat Peran Masyarakat Betawi Menuju Jakarta Menjadi Kota Global

Jakarta ! OnDTrack.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi terus memperkuat langkah strategis organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) 2026 sebagai...

More Articles Like This