Jakarta (OnDTrack) :
Upaya memperkuat profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan perencanaan serta pengendalian operasi terus menjadi prioritas utama TNI. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I kembali menegaskan komitmen tersebut melalui pelaksanaan Gladi Model Latihan Matra TNI Tahun 2025, sebuah latihan strategis yang dirancang untuk menghadirkan kesiapsiagaan pertahanan yang lebih adaptif dan modern.
Pada Sabtu (15/11/2025), latihan ini dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, selaku Pengawas dan Pengendali Latihan TNI 2025. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan dukungan penuh Kas Kogabwilhan I, para Asisten, jajaran staf, dan satuan terkait, menunjukkan sinergi internal yang solid dan terarah.

Momentum latihan ini menjadi semakin penting saat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono hadir untuk meninjau langsung jalannya kegiatan. Kehadiran para pimpinan matra tersebut menjadi bukti seriusnya TNI dalam memperkuat interoperabilitas lintas angkatan di era pertahanan modern.
Latihan ini memiliki fokus utama pada penyusunan rencana operasi, penguatan hubungan komando antar satuan, dan pengembangan Battle Management System (BMS) yang terintegrasi. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk melatih kemampuan analisis, pengambilan keputusan, hingga penyusunan konsep operasi yang adaptif terhadap dinamika strategis dan tantangan teknologi militer yang terus berkembang.
Dalam keterangannya, Kamis (13/11/2025), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menegaskan bahwa latihan ini sekaligus menjadi ruang pengujian dan penyempurnaan doktrin operasi. Setiap gagasan dan langkah taktis harus relevan dengan perkembangan zaman, kemajuan iptek, serta kebutuhan pertahanan negara yang semakin kompleks.
Integrasi matra darat, laut, dan udara tidak hanya hadir pada tataran komando, tetapi diwujudkan melalui penguatan K4IPP (Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengintaian, dan Pengawasan). Sistem ini menjadikan interoperabilitas TNI semakin solid, sekaligus memastikan setiap operasi gabungan dapat dijalankan dengan koordinasi yang optimal di masa mendatang.
Gladi Model ini pun bukan sekadar latihan teknis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membangun pola pikir, pola tindak, dan pola kerja yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap ancaman pertahanan. Langkah ini sejalan dengan visi besar TNI dalam mewujudkan postur kekuatan yang modern, tangguh, dan siap menghadapi tantangan global.
“Melalui latihan terpadu ini, TNI meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan operasional dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Letjen Kunto.
Pada akhirnya, Gladi Model Latihan Matra TNI 2025 mencerminkan langkah maju TNI dalam merumuskan strategi pertahanan masa depan. Latihan ini bukan hanya menunjukkan kesiapan prajurit, tetapi juga mencerminkan ketangguhan TNI dalam menjawab tuntutan zaman yang terus berubah. Dengan integrasi sistem, kecerdasan perencanaan, dan kesiapsiagaan tinggi, TNI mempertegas posisinya sebagai benteng pertahanan yang selalu siap menjaga kedaulatan negeri.
Dengan strategi latihan yang matang dan komitmen penuh dari seluruh unsur TNI, Indonesia meneruskan langkahnya menuju pertahanan modern yang kuat, adaptif, dan tak tergoyahkan.
)**Git / Foto Ist

