Perjalanan “Menerjang Ombak” Kopi Kapal Api

Must Read


ondtrack.com

Saat ingin membeli segelas kopi, merek kopi ini turut terlintas di kepala. Siapa yang tidak mengenal merek kopi satu ini. Kopi Kapal Api, menjadi salah satu merek kopi yang disenangi oleh masyarakat Indonesia.

Harganya yang murah dan memiliki rasa yang enak menjadikan kopi ini menjadi primadona. Berbagai lapisan kalangan masyarakat pun turut mengkonsumsi kopi merek ini tanpa adanya gengsi. 

Kopi Kapal Api tidak akan pernah kita rasakan jika Go Soe Loet, selaku pendiri Kapal Api tidak mendapatkan pabrik penggorengan kopi. Kisah awal terbentuknya Kapal Api dimulai pada tahun 1920-an.

Terdapat seorang imigran asal tiongkok bernama Go Soe Loet bersama saudara-saudaranya dan beradu nasib dengan menjajahkan kopi bubuk bermerek Hap Hoo Tjan di Surabaya.  

Menjajahkan dagangannya di sekitar pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Hari demi hari, bisnis kopi yang dijalankan bersama saudaranya terus mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Perkembangan yang pesat menjadikan Go Soe Loet bersama saudaranya memutuskan untuk mendirikan PT bernama PT. Santos Jaya Abadi.

Pendirian PT terhadap bisnis kopinya ternyata mengalami perpecahan yang mengakibatkan terdapat pecah kongsi antara Go Soe Loet dan saudaranya.

Perpecahan yang terjadi membuat Go Soe Loet hanya mendapatkan pabrik penggorengan kopi bekas bisnis sebelumnya.  

Go Soe Loet dan anaknya yang bernama Soedomo Mergonto berusaha untuk menyelamatkan bisnis kopi yang telah dijalani. Penamaan Kapal Api pada bisnisnya terinspirasi dari zaman Go Soe Loet yang berjualan disekitar pelabuhan Tanjung Perak.

Runtuhnya bisnis kopi yang sebelumnya ternyata menjadi jawaban di bisnis kopi terbarunya. Kesukseksan yang semakin tumbuh menjadikan Kapal Api mulai dikenal dan laris di Indonesia.  

Perkembangan Kapal Api di Indonesia yang melejit membuat Kapal Api mulai menjual produk kopinya hingga ke luar negeri.

Baca Juga :  Kopi Luwak, Kenikmatan dari Alam

Bentuk promosi terus digencarkan oleh Soedomo untuk terus meningkatkan Kapal Api di masyarakat.

Tahun 90an Kapal Api mulai mengembangkan usahanya di sektor lain. Yaitu pembukaan kedai kopi bernama Excelso di Plaza Indonesia.

Kapal Api terus mengembangkan usahanya dengan hadirnya sektor-sektor lain seperti permen, biskuit, hingga sereal. 

Kopi yang disenangi membuat Kapal Api harus berpikir untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan berbagai macam jenis varian yang dapat dipilih. Dimulai dari kopi hitam biasa, kopi hitam mix, hingga kopi susu dan kopi gula aren.

Tidak sampai disitu, Kapal Api turut menyediakan varian untuk masyarakat yang tidak menyukai kopi bubuk hitam dengan mengeluarkan kopi Good Day dan Fresco. 

Jatuh bangun yang dihadapi oleh Go Soe Loet dan anaknya dapat menjadi inspirasi bahwa sesuatu yang kita impikan itu harus penuh perjuangan untuk mendapatkannya.

Dari Kapal Api kita dapat belajar untuk selalu mengembangkan apa yang kita miliki dan tidak cepat menyerah dengan masalah yang terjadi. (Oleh: Mullah Ishlahulhuda Utomo) 

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This