MATARAM ! OnDtrack.com —
Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2026 yang diperkirakan menyumbang dampak ekonomi sebesar Rp5 triliun tak boleh berhenti sekadar menjadi pesta adu cepat tiga hari. Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menegaskan bahwa momentum internasional ini harus ditransformasikan secara nyata menjadi mesin penggerak ekonomi warga lokal serta fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di NTB.
Mirah menilai, gelaran berkelas dunia yang memusatkan perhatian publik global ke Bumi Gora ini menyimpan potensi jangka panjang untuk memajukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, investasi, hingga promosi daerah secara berkelanjutan.
“MotoGP Mandalika harus menjadi investasi jangka panjang bagi NTB. Kita tidak hanya berbicara tentang jumlah penonton atau besarnya perputaran uang selama penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana event ini membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal,” tegas Mirah saat memberikan pandangannya di Mataram, Selasa (13/10/2026).
Peluang Emas Ekonomi yang Harus Merata
Gambaran potensi besar ini berkaca pada catatan kajian dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 yang memberi kontribusi ekonomi nasional hingga Rp4,96 triliun. Kala itu, sebanyak 140.324 penonton memadati sirkuit dengan tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai 93 persen di seluruh Pulau Lombok. Perputaran uang tersebut terbukti menggeliatkan sektor akomodasi, transportasi, hingga perdagangan rakyat.
Geliat pemberdayaan masyarakat juga kian terasa pada pelaksanaan tahun ini. Sebanyak 500 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 10 kabupaten/kota di NTB turut memamerkan produk unggulannya dalam Lombok Sumbawa Festival 2026, disusul 134 UMKM yang memadati Bazar Mandalika.
Kendati demikian, Mirah memberi catatan kritis agar lonjakan partisipasi tersebut dievaluasi secara mendalam pasca-event, terutama terkait omzet bersih, perluasan akses pasar, dan keberlanjutan usaha.
“UMKM jangan hanya ramai berjualan saat MotoGP. Kita ingin mereka mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas pemasaran digital, dan mampu bersaing secara mandiri setelah event selesai,” kata Mirah.
SDM Lokal Naik Kelas dan Terlindungi
Selain sektor usaha, panggung internasional ini menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda NTB. Keterlibatan sekitar 2.500 anak muda lokal yang bertugas sebagai marshal dan volunteer menggembleng kedisiplinan, etos kerja, serta keterampilan komunikasi berstandar global.
Langkah ini kian kokoh dengan hadirnya kepastian jaminan keselamatan kerja. Seluruh volunteer dan marshal MotoGP 2026 telah mendapatkan perlindungan penuh BPJS Ketenagakerjaan, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Prestasi murni anak daerah pun kembali terbukti ketika tim medis lokal berhasil mengantongi sertifikasi Super License dari Dorna Sports — pengakuan tertinggi dalam standar medis balap dunia.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak daerah mampu mengambil peran penting dalam event kelas dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan dan standar kerja tersebut terus diterapkan dalam pelayanan publik dan membuka peluang karier bagi generasi muda,” ujar Mirah.
Sinergi Menuju Kesejahteraan Inklusif
Guna memastikan manfaat ekonomi tidak hanya melingkar di area Sirkuit Mandalika, Mirah mendorong Pemerintah Daerah untuk memperluas distribusi dampak ke berbagai sektor pendukung—mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, hingga komoditas pertanian dan perikanan di seluruh pelosok NTB.
Evaluasi menyeluruh terkait alokasi biaya penyelenggaraan, kalkulasi manfaat ekonomi riil, serta kesiapan infrastruktur harus dijadikan pijakan utama dalam merancang keberlanjutan agenda balap di tahun-tahun mendatang.
Keberhasilan sejati dari sebuah ajang internasional tidak diukur dari megahnya seremonial di podium juara, melainkan dari sejauh mana deru mesin di lintasan balap mampu menggerakkan roda dapur masyarakat NTB agar terus mengepul mandiri dan sejahtera.
)***Yuri / Foto Ist.

