Dubes RI Tinjau Investasi Strategis di Pakistan: Dorong Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Pakistan Makin Solid

Must Read

Jakarta (OnDTrack) :

Dalam upaya mempererat kerja sama bilateral di bidang industri dan investasi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, M.Sc., melakukan kunjungan kerja penting ke Lahore dan Faisalabad, Punjab, pada 15–16 September 2025.

Selama kunjungan tersebut, Dubes Chandra menyambangi berbagai perusahaan strategis yang memiliki potensi kuat untuk mendongkrak hubungan ekonomi Indonesia–Pakistan ke level yang lebih tinggi.

Citi Pharma Ltd: Investasi API Bernilai Jutaan Dolar Siap Digelontorkan

Salah satu agenda utama di Lahore adalah kunjungan ke Citi Pharma Ltd., perusahaan farmasi besar Pakistan. Menurut unggahan resmi dari akun Instagram @indonesiaislamabad pada Jumat (26/9/2025), Citi Pharma sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mersi Farma Indonesia pada 2 Desember 2024.

Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membangun fasilitas produksi Active Pharmaceutical Ingredient (API) di Indonesia. Nilai investasi yang disepakati mencapai USD 10 juta, menjadi sinyal kuat bahwa sektor kesehatan Indonesia kian menarik bagi investor global.

Indomie: Ikon Indonesia di Pasar Pakistan dan Asia Tengah

Tak hanya sektor farmasi, Dubes RI juga mengunjungi pabrik Indomie di Faisalabad, yang hingga saat ini merupakan satu-satunya investasi langsung Indonesia di Pakistan.

Indomie bukan sekadar produk instan biasa. Di Pakistan, Indomie telah tumbuh menjadi merek makanan yang dikenal luas dan digemari, dengan distribusi lokal yang solid dan ekspansi pasar hingga Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah.

Kehadiran Dubes di pabrik tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap ekspansi merek Indonesia di luar negeri, serta upaya untuk memperluas pangsa pasar produk nasional di kawasan Asia Selatan dan sekitarnya.

Nutrifactor: Siap Kolaborasi dengan Indonesia

Baca Juga :  Bahayakah Konsumsi Salmon Mentah?

Dalam rangkaian kunjungannya, Dubes Chandra juga menyempatkan diri bertemu dengan pihak Nutrifactor, salah satu produsen nutraceutical terbesar di Pakistan yang telah menembus pasar ekspor ke lebih dari 60 negara.

Perusahaan ini menunjukkan ketertarikan untuk membentuk Joint Venture di Indonesia, guna mendirikan fasilitas produksi bersama. Minat strategis ini disambut hangat oleh Dubes RI, yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi mitra investasi yang kompetitif dan stabil di kawasan Asia Tenggara.

Kunjungan kerja Duta Besar Chandra Warsenanto Sukotjo ke Pakistan bukan hanya simbol diplomasi, tetapi juga langkah konkret membangun jembatan investasi dua arah antara Indonesia dan Pakistan. Dari sektor farmasi hingga makanan, dari MoU hingga Joint Venture, semua mengarah pada satu visi: Indonesia siap menjadi pusat manufaktur dan ekspor Asia yang inklusif, kompetitif, dan kolaboratif.

Investasi bukan soal angka, tapi tentang kepercayaan. Dan kepercayaan ini, jelas, telah tumbuh kuat antara Indonesia dan Pakistan.

Salam hormat dari ujung diplomasi ekonomi, di mana kerja nyata menjadi bahasa yang paling dimengerti oleh dunia.

)***Git / Foto Istimewa

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This