Jakarta (OnDTrack) :
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dengan menggulirkan rencana evakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia. Langkah ini tidak hanya mencerminkan empati yang tinggi terhadap penderitaan warga Palestina, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi solidaritas global. Inisiatif ini pun mendapat dukungan luas, termasuk dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin.
Dalam pernyataannya, Sultan menyebut bahwa kondisi Gaza saat ini sangat memprihatinkan. Akibat perang yang berkepanjangan, warga sipil mengalami krisis kemanusiaan yang serius—mulai dari gangguan kesehatan hingga kehilangan tempat tinggal. Oleh karena itu, upaya evakuasi yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh elemen bangsa.

Secara aktif, Sultan menyatakan bahwa wacana ini dapat menjadi pemicu bagi negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk turut melakukan tindakan serupa. Kolaborasi internasional dibutuhkan untuk merespons tragedi kemanusiaan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Namun, Sultan juga mengingatkan agar proses evakuasi dilakukan secara selektif. Dalam pandangannya, prioritas utama harus diberikan kepada anak-anak, wanita lansia, serta korban trauma dan luka berat. Pria dewasa dinilai lebih dibutuhkan untuk proses rekonstruksi di Gaza ke depan. Pendekatan ini menekankan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam penanganan pengungsi.
Lebih jauh, Sultan mengusulkan solusi jangka menengah berupa pembangunan pemukiman terintegrasi di wilayah Mesir. Menurutnya, negara-negara OKI dapat bersinergi membangun fasilitas tersebut untuk menjamin keberlangsungan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual warga Gaza selama berada di pengungsian. Fasilitas seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga ruang hiburan menjadi kebutuhan mendasar yang harus disediakan.

Pada Rabu (9/4), Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan kesiapan Indonesia untuk menerima 1.000 warga Gaza sebagai bagian dari gelombang evakuasi pertama. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa evakuasi ini bersifat sementara. Indonesia akan menampung mereka hingga kondisi fisik dan mental mereka pulih, dan setelah situasi di Gaza membaik, mereka akan kembali ke tanah asal.
Evakuasi ini tentu tidak bisa dilakukan secara sepihak. Prabowo menegaskan bahwa semua pihak terkait harus menyetujui proses ini. Pemerintah Palestina dan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional diharapkan dapat berkoordinasi agar evakuasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Indonesia menunjukkan peran aktifnya dalam mewujudkan perdamaian dunia dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Rencana evakuasi ini bukan hanya sekadar tindakan solidaritas, melainkan juga sebuah langkah konkret yang mengilhami tindakan serupa dari negara-negara lain.
Langkah Prabowo dan dukungan dari tokoh nasional seperti Sultan B Najamudin menegaskan bahwa Indonesia tidak tinggal diam di tengah tragedi kemanusiaan global. Dengan mengedepankan pendekatan selektif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Indonesia membuktikan diri sebagai negara yang berani bertindak demi kemanusiaan.
)***Jegegtantri

