Mentrans RI Dr. H. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara S.H., M.Si. Sampaikan Kuliah Umum di Universitas Pertahanan RI: Wujud Transformasi Transmigrasi untuk Indonesia Maju

Must Read

Bogor (OnDTrack) :

Suasana akademik di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) kembali menggema dengan semangat nasionalisme dan wawasan strategis. Kali ini, kampus bela negara tersebut mendapat kehormatan atas kehadiran Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (Mentrans RI), Dr. H. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.Si., yang memberikan kuliah umum bertema “Transformasi Transmigrasi untuk Indonesia Maju”.

Kunjungan resmi ini diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. R. Nugraha Gumilar, M.Sc., mewakili Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A..

Kegiatan berlangsung di Aula Merah Putih, Kampus Bela Negara Unhan RI, Sentul-Bogor, Jawa Barat, pada Senin (27/10/2025), dihadiri oleh para pejabat Eselon I, II, dan III, dosen, kadet mahasiswa, serta mahasiswa pascasarjana Unhan RI.

Inspirasi dari Sejarah: Gagasan Besar Pendidikan Pertahanan Nasional

Dalam pengantar kuliahnya, Menteri Transmigrasi mengajak sivitas akademika Unhan RI untuk menelusuri akar sejarah berdirinya kampus ini. Ia mengungkap bahwa gagasan pendirian Universitas Pertahanan telah muncul sejak tahun 1994–1995, ketika Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri 17/I/Kostrad.

Saat itu, SBY berperan penting dalam menyusun dokumen konseptual pendidikan pertahanan nasional—sebuah tonggak pemikiran strategis yang kelak menjadi fondasi berdirinya Unhan RI.
“Gagasan yang lahir dari semangat bela negara itu akhirnya terealisasi di masa kepemimpinan Presiden SBY pada tahun 2008–2009. Kini, Unhan RI berkembang menjadi universitas strategis yang membangun karakter dan kapasitas pertahanan bangsa,” ujar Menteri Iftitah penuh penghargaan.

Dari SBY ke Prabowo: Meneruskan Estafet Kepemimpinan Visi Bela Negara

Lebih lanjut, Menteri Transmigrasi menegaskan bahwa kepemimpinan nasional kini dilanjutkan oleh Presiden ke-8 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, yang membawa Unhan RI ke babak baru dalam pembangunan sumber daya pertahanan dan pendidikan nasional.

Baca Juga :  Citra Unik Nanas Pada Hidangan Prancis

“Apa yang dimimpikan Presiden SBY kini diwujudkan secara konkret oleh Presiden Prabowo. Unhan RI telah menjadi pusat keunggulan strategis dalam pendidikan pertahanan dan kebangsaan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Unhan RI kini tidak hanya berfokus pada pendidikan militer semata, tetapi juga mengembangkan jenjang akademik dari D3 hingga S3, membuka kolaborasi internasional, dan memperkuat jejaring global pendidikan pertahanan.

Empat Pokok Transformasi Transmigrasi

Dalam kuliah umumnya, Menteri Transmigrasi memaparkan empat pokok utama yang menjadi inti dari Transformasi Transmigrasi Nasional, yaitu:

Definisi dan Esensi Transmigrasi Modern – Sebagai strategi pemerataan pembangunan manusia, bukan sekadar perpindahan penduduk.

Tantangan Implementasi – Mulai dari adaptasi budaya, tata ruang wilayah, hingga daya dukung lingkungan.

Misi Pembangunan Berkelanjutan – Mengintegrasikan transmigrasi dengan visi Indonesia Emas 2045.

Strategi Transformasi Nasional – Menempatkan transmigrasi sebagai instrumen ketahanan ekonomi dan sosial.

Melalui pemaparan yang sarat nilai kebangsaan ini, Menteri Iftitah mengajak seluruh mahasiswa dan dosen Unhan RI untuk berpikir lintas sektor dan generasi, menanamkan semangat bela negara dalam konteks pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Semangat Bela Negara dalam Arah Pembangunan

Kuliah umum tersebut tidak hanya menghadirkan wawasan strategis, tetapi juga membangkitkan motivasi bagi generasi muda pertahanan Indonesia. Para kadet dan mahasiswa Unhan RI menyimak dengan antusias, menyadari bahwa transmigrasi dan pertahanan nasional memiliki benang merah yang kuat dalam membangun kesatuan dan kemandirian bangsa.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang mencerminkan sinergi antara ilmu, kebijakan publik, dan dedikasi bela negara.

Kuliah umum Mentrans RI di Universitas Pertahanan RI menjadi momentum penting dalam menyatukan visi pertahanan dan pembangunan nasional. Pesan yang tersirat jelas: membangun bangsa bukan hanya soal strategi militer, tapi juga bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang tangguh, adil, dan berdaya saing global.

Baca Juga :  Mengapa orang Prancis tidak gemuk?

Dengan semangat bela negara, transformasi transmigrasi menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sejati dimulai dari manusia dan untuk manusia—menuju Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera.

)**Git / Foto Istimewa

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This