100 Potret Artificial Intelligence Wajah Khas Indonesia

Must Read


ondtrack.com

Perkembangan zaman yang cepat berkat kehadiran Artificial Intelligence (AI) menjadi tonggak penting dalam sejarah manusia. AI telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan hidup secara fundamental.

Dengan kecerdasan buatan, kita dapat mengatasi tantangan yang sebelumnya tampak tidak mungkin, mendorong inovasi, dan menciptakan peluang baru. Teknologi Generative AI telah membuka pintu keberagaman Indonesia dengan lebih mudah.

Di balik kemajuan yang luar biasa ini tentu menjadi kesempatan bagi kita untuk memanfaatkannya. Dengan cara mengeksplorasi keragaman Indonesia dalam ruang maya yang memukau.

Erik Supit, seorang seniman visual tumbuh dalam budaya pesisir di bagian Utara Jawa Tengah, yang memanfaatkan Teknologi Generative AI dengan memadukan seni dan teknologi yang indah.

Erik Supit mengumpulkan potret wajah khas Indonesia yang diproyeksi oleh visual AI yang direpresentasikan dengan cermat untuk mencerminkan keberagaman bangsa.

Hasil karya tersebut melahirkan sebuah Pameran “100 Potret Khas Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika Melalui Kecerdasan Buatan” yang menggabungkan seni, teknologi, dan semangat kebhinekaan.

Dalam pameran ini, pengunjung akan dihadapkan dengan 100 potret wajah orang biasa dari 100 kabupaten dan kota di Indonesia. Semua potret ini diciptakan berkat teknologi Generative AI Midjouney yang menjadikan AI sebagai seniman.

Melalui teknik prompting yang memasukkan unsur-unsur budaya dari setiap daerah, pengunjung akan disuguhkan dengan beragam ekspresi, profesi, dan kegiatan sosok-sosok khas Indonesia yang dihasilkan oleh AI.

Setiap potret dilengkapi dengan nama, jenis kelamin, pekerjaan, dan biografi singkat, yang merupakan interpretasi AI, menambahkan nuansa yang lebih nyata pada setiap karakter.

Pameran ini merupakan pameran visual pertama AI di Indonesia yang membantu publik memahami berbagai potensi AI, termasuk dalam dunia pendidikan, yang dapat membantu guru dalam proses belajar-mengajar melalui visual storytelling yang lebih kreatif dan menarik.

Baca Juga :  Setjen DPD RI Laksanakan Pemusnahan Arsip Inaktif, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Kearsipan Nasional

Pameran ini dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda 2023, berlangsung mulai 21 hingga 28 Oktober di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta yang diselenggarakan oleh Ruang Digital Indonesia sebuah rumah produksi yang fokus menciptakan konten inovatif untuk iklan, serial, dan film fitur.

Misi utamanya adalah membangun ekosistem kreatif yang memajukan teknologi dan seni, tempat ide – ide segar berkembang, mampu menumbuhkan bisnis, dan menjembatani kreativitas dan kerja sama.

Menurut hasil wawancara dengan Erik Supit, beliau mengatakan bahwa “AI menjadi populer itu bukan persoalan IT atau seni rupa, melainkan persoalan Bahasa. Bagaimana bahasa itu bisa menggunakan teknik prompting sehingga menghasilkan sesuatu, yang dimana bisa membuat seseorang piawai berbahasa dalam menyampaikan apa yang ingin kita buat. Karena Bahasa yang terkuat yang dikuasi oleh AI adalah China, English dan Arabic” Ujarnya.

Erik juga mengatakan bahwa “sampai saat ini AI di Indonesia tidak memiliki data yang konkret dalam merepresentasikan berbagai etnis di Indonesia, sehingga ketika kita ingin menghasilkan gambar sosok profil di Indonesia dengan AI maka muncul sosok wajah blasteran atau wajah orang Indonesia campuran orang luar negeri.”

“Oleh karena itu, menggunakan teknis prompting untuk memasukan unsur – unsur budaya dari setiap daerah di Indonesia sehingga AI dapat memahami dan mengekspresikan identitas serta keunikan Indonesia. Dan sebetulnya AI atau yang sering disebut Artificial Intelligence itu sebetulnya penyebutan yang salah, karena yang benar itu adalah AII atau Artificial Individual Intelligence. Karena ketika kita me-prompting suatu kata maka hasilnya akan berbeda tergantung bagaimana masing – masing individu me-prompting bahasa tersebut ke teknologi ini ” tambahnya.

Oleh karena itu, Indonesia menghadapi masa depan yang semakin terintegrasi dengan teknologi AI. Namun, tanpa data AI yang cukup dan infrastruktur yang mendukung, kita mungkin akan menghadapi ketergantungan yang tidak sehat pada data luar negeri.

Baca Juga :  Hikayat Kopitiam

Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan yang tepat saat ini dengan meregulasi AI dan membangun infrastruktur data yang kuat. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat memposisikan diri untuk menjadi pemain utama dalam revolusi AI dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (RM05)

Latest News

Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. Resmi Jabat Kadispen Kodaeral IV

Tanjungpinang (OnDTrack) : Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc. resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando...

More Articles Like This