Ir Juaini Yusuf, MM, Rayakan Idul Adha dengan Penyembelihan Hewan Qurban di Rumah, Masjid, dan Madrasah Sa’adatuddarain

Must Read

Jakarta (OnDTrack) :

Merayakan Idul Adha 1446 H, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ir.Juaini Yusuf,MM, melaksanakan penyembelihan hewan qurban, baik di rumah, masjid dan madrasah, yang terletak di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (6-7-8 Juni).

Kegiatan ini menunjukkan komitmen sosial dan momen spiritual keagamaannya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya.

Dalam acara yang dihadiri para tokoh agama, masyarakat dan warga sekitar, serta tim Protokol Pemerintah Kota Jakarta Utara, Juaini Yusuf, yang akrab disapa Bang Juaini, menyerahkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing untuk didistribusikan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan untuk berqurban di rumah, Satu Sapi dan Dua Kambing. Kita sudah bagikan untuk warga sekitar Mampang Prapatan 14 dan 22. Semoga berkah untuk semua,” ungkap Juaini Yusuf, yang juga selaku Ketua Umum Forum Lintas Ormas DKI Jakarta (FLO).

Selain di kediamannya, penyembelihan hewan qurban juga dilakukan di Madrasah Sa’adatuddarain—sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah menjadi bagian integral dari perjuangan keluarga besar Juaini Yusuf, alm.KH.Yusuf Hamdani, dalam membangun masyarakat melalui pendidikan.

Di Madrasah Sa’adatuddarain tercatat tujuh ekor kambing dan lima ekor sapi telah disembelih. Sementara di Masjid turut dikurbankan sekitar enam sapi dan sepuluh kambing.

Kegiatan ini tentunya menambah semarak suasana Idul Adha di lingkungan Mampang Prapatan.

Tak ketinggalan, dalam kegiatan qurban kali ini juga mendapat sambutan hangat dari artis cantik ‘Icha Yang’, yang baru saja merilis single terbarunya.

Icha Yang menyampaikan harapannya agar bisa ikut berqurban di tahun mendatang, “Senang bisa berbagi daging qurban, mudah-mudahan tahun depan saya ikut berqurban juga di sini,” ucapnya dengan tulus.

Baca Juga :  Medium

Yayasan Madrasah Sa’adatuddarain

Dalam perbincangannya, Ir.Juaini Yusuf, MM mengulas peran strategis Madrasah Sa’adatuddarain yang didirikan oleh almarhum ayahandanya, KH. Yusuf Hamdani, sejak tahun 1960.

Dimana madrasah tersebut dibangun sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan sekitarnya, yang tergolong masyarakat menengah ke bawah.

Dan Alhamdulillah, kini telah berkembang memiliki sekitar 2.000 siswa mulai dari Ibtidaiyah hingga Aliyah, dengan 200 pengajar, serta 20.000 alumninya yang tersebar di UI, UGM, UPN, dan juga di Luar Negeri.

“Sekolah ini memang amanah orang tua, dan di sini kebanyakan dari masyarakat sekitar. Menengah ke bawah, seperti ada yang belum bisa bayar 2–3 bulan, dan sebagainya. Tapi kita bantu karena tujuan kita bukan cari untung, tapi menghindarkan anak-anak dari pergaulan yang negatif,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Siswa siswa Madrasah Sa’adatuddarain terkenal aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari lomba drumband hingga acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ilmu Umum dan Agama Berjalan Seimbang

Bahkan banyak lulusan madrasah ini yang melanjutkan pendidikan tinggi di universitas ternama dalam negeri, maupun mendapatkan beasiswa seperti ke Jerman.

“Alhamdulillah, lulusan kami bisa bersaing dengan sekolah-sekolah negeri. Selain akademik, yang terpenting adalah mereka punya akidah yang kuat. Di sini, ilmu umum dan agama berjalan seimbang,” lanjut Bang Juaini bangga.

Para pengajarnya pun berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari lulusan Gontor, Mesir, hingga Universitas Negeri. Bahkan, beberapa di antaranya adalah alumni yang kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Mampu Lahirkan Generasi Berkualitas

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas, Bang Juaini tetap optimis madrasah yang dikelolanya mampu melahirkan generasi berkualitas.

“Insyaallah, ke depan fasilitas yang belum ada akan kita lengkapi. Kita butuh dukungan masyarakat dan para ulama agar terus mendapat ridho Allah SWT,” pungkasnya.

Baca Juga :  Daftar Perusahaan Semen di Indonesia

Melalui aksi sosial dan pendidikan ini, Juaini Yusuf kembali menegaskan bahwa kepemimpinannya tak hanya soal jabatan, tetapi juga pengabdian.

Disamping Ia terus melanjutkan warisan nilai nilai dari orang tuanya untuk membangun generasi yang berakhlak dan berilmu, tukasnya.

)** Tjoek

Latest News

Raker II Bamus Betawi 2026 Memperkuat Peran Masyarakat Betawi Menuju Jakarta Menjadi Kota Global

Jakarta ! OnDTrack.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi terus memperkuat langkah strategis organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) 2026 sebagai...

More Articles Like This