Jakarta (OnDTrack) :
Musik bagi Angger Bayu Aji, adalah bahasa hati yang mengalirkan cerita. Kali ini, ia merilis karya terbarunya, sebuah lagu pop rock melankolis, bertajuk “Sang Waktu”, yang siap menggugah hati para pendengarnya.
Dibalut aransemen pop rock yang dinamis namun tetap bersahaja, “Sang Waktu” menjadi oase bagi mereka yang pernah merasakan cinta, kehilangan, dan harapan yang tertinggal.
Dalam liriknya, Angger menulis, “Dalam gelap malam kita bersua, sang waktu berlari seperti Arjuna,” membangun suasana yang sarat makna.

Perjalanan Sarat Makna
Dirinya menulis lagu ini sebagai bentuk perenungan terhadap relasi kita dengan waktu—bagaimana waktu bisa membawa kebahagiaan sekaligus kehilangan.
“Lagu ini adalah suara dari mereka yang pernah mencintai, menunggu, dan ditinggalkan,” ujar Angger.
Karya ini tak hanya memperkaya khazanah musik Indonesia, tapi juga menawarkan ruang bagi pendengar untuk merenung, berdamai, dan bangkit.
Bersama “Sang Waktu”, Angger mengajak kita memahami bahwa setiap momen berharga—bahkan yang penuh luka—layak untuk dikenang.

Kekuatan Lirik dan Musikalitasnya
Dengan gaya pop rock yang menghanyutkan, ia berhasil menyeimbangkan antara kekuatan lirik dan kekuatan musikalitasnya.
Simak dan resapi pesan lagunya di Apple Music, lalu rasakan perjalanan emosional yang ditawarkan. Temukan nakna positif di balik alunan nan melankoli itu.
Karena “Sang Waktu” tak hanya meninggalkan luka. Namun mengajarkan kita untuk menghargai waktu, merayakannya dan membuka hati untuk masa depan yang lebih baik.
Musik ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap perpisahan, selalu ada pelajaran dan kekuatan baru.
“Sang Waktu” bukan sekadar lagu, tapi cermin perjalanan hidup. Melalui musiknya, Angger Bayu Aji mengajarkan kita untuk berdamai dengan waktu, memaafkan masa lalu, dan menyambut hari esok dengan hati terbuka.
Lagu pop rock terbaru Angger Bayu Aji “Sang Waktu” liriknya memang penuh makna tentang cinta dan kehilangan.
Simak lagunya di platform musik digital favorit Anda, dan rasakan emosi yang tersirat di setiap nadanya.
)**Regina WEF

