Jakarta (OnDTrack) :
Pada hakikaktnya manusia tak terlepas dari hubungan sosial. Menurut saya, hubungan sosial dikonotasikan sebagai pertukaran transaksional.
Tetapi imbalan yang dimaiksud bukan tentang materi melainkan waktu, dukungan emosional serta informasi.
Hubungan sosial rekat kaitannya dengan sebuah sifat organik seorang insan.
Tak elok rasanya bila seorang subjek memiliki rasa langit padahal kita berasal dari tanah.
Angkuh, mungkin sifat yang dapat meruntuhkan sebuah jalinan.
Sang Mahadaya menurunkan pesan melalui 31:18 yang berlantun : “dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh”.
Aji Mumpung ialah sifat kedua yang harus dihindari seorang subjek dalam menjalankan pengarungan. Mengapa demikian?
Bila “untung gue apa ya” menjadi dasar utama dalam sebuah hubungan, rasanya terlalu pragmatis untuk menjalankan.
Ke belakang sesuatu yang dilewatkan akan hanya cari keuntungan bukan hati yang diutamakan.
Maka demikian memaafkan harus sejalan dengan pengarungan. Seseorang selalu mengingatkan bahwa jangan pernah menjadi orang kaya jadilah orang cukup.
Karena keserakahan akan menjadi musuh ketiga dari seorang manusia.
Karunia mungkin kata yang tepat untuk mendeskripsikan seluruh subjek tercinta yang terlibat dalam alunan asa.
Terima Kasih telah menjadi korektor handal. Terima Kasih telah terus mendampingi.
Hanya satu harap yang menggema, bahwa jadilah sesuai kemampuan bukan parameter orang lain yang jadi patokan.
Karena dari “33x” kita menggema bahwa ;
Risalah terikatnya
Batin dan raga yang mengunci
Diatas Sang Maha Daya
Semua kendali terambil alih
)***By Yuri

