Jakarta (OnDTrack) :
Pakar radiologi terkemuka Indonesia, Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), menyatakan keyakinannya bahwa Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman siap menjadi salah satu rumah sakit unggulan di Tanah Air. Dengan tenaga medis berkompeten dan peralatan medis berteknologi tinggi, RSPPN Soedirman diyakini mampu menjadi tumpuan utama layanan kesehatan nasional, khususnya bagi prajurit TNI, ASN, dan masyarakat umum.
“SDM di RSPPN Soedirman sangat lengkap dan berpengalaman. Tim dokternya tidak hanya ahli, tetapi juga ramah terhadap pasien. Ditambah lagi dengan alat kesehatan yang sangat canggih, saya percaya rumah sakit ini akan menjadi tumpuan masyarakat luas untuk pengobatan terbaik,” ujar Prof. Terawan usai membuka perdana layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSPPN Soedirman, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (5/10/2025).
Layanan DSA: Inovasi Besar Menuju Pelayanan Paripurna
Metode Digital Subtraction Angiogram (DSA), atau yang populer disebut “cuci otak”, kini resmi hadir di RSPPN Soedirman. Layanan ini menjadi terobosan penting untuk menangani stroke iskemik kronis dengan pendekatan minimal invasif dan presisi tinggi.
Prof. Terawan menjelaskan bahwa metode DSA telah melalui proses uji ilmiah yang sahih. “Metode ini saya tuangkan dalam disertasi doktoral di Universitas Hasanuddin tahun 2016, dan hasil risetnya telah melahirkan 12 jurnal internasional serta enam doktor, termasuk saya sendiri. Jadi, secara ilmiah metode ini sudah terbukti dan layak diapresiasi,” tegasnya.
Dalam disertasi berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis”, Prof. Terawan meneliti dampak langsung terapi terhadap aliran darah otak dan fungsi motorik pasien.
Ia menegaskan, setiap tindakan medis memiliki risiko sekecil apa pun, termasuk DSA. Karena itu, prosedur dilakukan dengan perencanaan matang, presisi tinggi, dan dukungan doa. Bahkan, untuk menjaga transparansi, keluarga pasien dapat menyaksikan proses tindakan melalui kaca transparan di samping ruang tindakan — sebuah standar keterbukaan yang jarang ada di dunia medis.
Komitmen Profesionalisme dan Integritas Layanan Kesehatan
Prof. Terawan juga menekankan pentingnya manajemen rumah sakit yang profesional dan tertib administrasi agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal. Ia berharap RSPPN Soedirman bisa menjadi simbol pelayanan kesehatan yang adil, manusiawi, dan berkeadilan sosial, sesuai semangat 8 Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan kesehatan rakyat sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
“Kunci mendapat kepercayaan publik adalah pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan siapa pun. Pengelola harus kreatif, inovatif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap warga negara, baik ASN, TNI/Polri, maupun masyarakat umum,” pesan Prof. Terawan.
Teknologi DSA, Harapan Baru bagi Penderita Stroke
Secara teknis, tindakan DSA dilakukan dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah melalui pangkal paha menuju otak untuk mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah otak. Teknologi ini membantu dokter menentukan titik penyumbatan secara tepat, sehingga tindakan medis dapat dilakukan cepat dan minim risiko.
Kehadiran layanan ini menjadi lompatan besar dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSPPN Soedirman. Dengan teknologi DSA, dokter dapat mendiagnosis dan menangani stroke secara lebih akurat, cepat, dan aman, sekaligus memperluas harapan kesembuhan pasien.
RSPPN Soedirman terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan prima menuju paripurna, sejalan dengan mottonya: Respek, Sigap, Peduli, Profesional, dan Nurani.
Dengan kolaborasi tenaga medis unggul, fasilitas kelas dunia, dan semangat pelayanan berintegritas, RSPPN Soedirman siap menjadi rumah sakit pertahanan negara yang tak hanya melayani, tetapi juga mengabdi dengan hati untuk Indonesia yang lebih sehat dan kuat.
RSPPN Soedirman bukan sekadar rumah sakit, tetapi pusat harapan dan kebangkitan layanan kesehatan bangsa. Di tangan profesional berintegritas, pelayanan bukan hanya tentang kesembuhan, melainkan tentang kemanusiaan yang hidup dalam setiap tindakan.
)**Git / Foto Istimewa

